Jawa Pos -Pemprov tidak merasa resah meski antrean warga yang ingin membeli mitan (minyak tanah) kian meluas. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Jatim Cipto Budiono mengatakan bahwa fenomena itu adalah hal yang wajar. Bahkan, dia menyalahkan warga yang terus memburu mitan meski telah menerima paket konversi elpiji.

“Itu hanya kepanikan masyarakat saja”, kata Cipto kemarin (28/3). Dia mengatakan, sejauh ini pemprov telah berusaha untuk mengatasi kepanikan tersebut. caranya, meminta Pertamina untuk tidak mengurangi pasokan mitan sebelum program konversi selesai dilakukan. Itu sudah dipenuhi Pertamina. “Jangan dibesar-besarkan. Itu kan hanya di satu-dua tempat. Tidak semuanya kan?” tutur Cipto.

Dia justru menuding masyarakat sebagai biang antrean mitan. Menurut dia, antrean terjadi karena masyarakat yang telah menerima konversi gas masih ikut membeli mitan di tempat lain.

Menurut Cipto, Pertamina akan terus memasok mitan sesuai kebutuhan masyarakat. Pengurangan pasokan mitan dilakukan sesuai dengan jatah warga yang telah mendapat bantuan kompor gas. Bahkan, untuk daerah yang masih dalam proses konversi, Pertamina akan memasok mitan dua kali lipat. “Kalau ada kasus, itu hanya satu dua. Kalau bertanya ke beberapa warga, ya mereka pasti bilang ada persoalan,”turutnya.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Jatim Sjamsul Huda meminta Pertamina tidak menarik stok mitan sebelum distribusi elpiji lancar. “Gara-gara kelangkaan mitan, masyarakat merasa resah. Ini kan menyengsarakan,” katanya.

Kader PAN itu menambahkan, kelangkaan mitan tidak hanya terjadi di Surabaya. “Di Tulungagung, warga kebingungan karena tidak bisa masak karena mitan sulit didapat,” ujarnya.

Dia juga mengecam rencana kenaikan harga mitan dari Rp 2.500 menjadi Rp 7 ribu per liter.

“Kenaikan sebesar itu adalah kebijakan yang tidak prorakyat keci.,” kritiknya. Seharusny, kata Sjamsul. kenaikannya tidak terlalu drastis. “Normalnya, disamakan dengan harga solar atau premium. Jadi, pengurangan bisa berjalan tapi masyarakat masih mampu membeli mitan,” katanya. Apalagi, kendaraan berat dan industri juga menggunakan mitan sebagai bahan bakar. (eko/oni).