Jawa Pos -Pemprov tidak mau disalahkan begitu saja terkait mengambangnya rencana pembangunan Pasar Induk Agrobis (PIA) Jemundo. Instansi ini pun menginstruksikan PT Jatim Graha Utama (JGU) untuk segera merealisasikan proyek prestisius yang sudah tersendat cukup lama itu. Pemprov juga menjamin bahwa permasalahan yang kemungkinan masih bisa muncul tidak akan berpengaruh terhadap kelanjutan proyek itu.

”Tidak ada alasan lagi bagi JGU untuk tidak menggarapnya. Kami pastikan proyek tersebut sudah bisa dikerjakan,” kata asisten administrasi pembangunan pemprov Chaerul Djaelani kepada Jawa Pos, kemarin.

Seperti diberitakan, proyek pembangunan PIA Jemundo ibarat mati suri. Setelah lama terbelit dugaan kasus korupsi, hingga kini belum jelas siapa yang bakal menjadi pelaksana proyek tersebut. Pemprov mengatakan bahwa pembangunan PIA diserahkan ke PT Jatim Graha Utama (JGU). Namun, JGU merasa belum mendapat pelimpahan dari pemprov.

Chaerul mengatakan bahwa masalah itu tak lebih daro persoalan administrasi saja. Menurutnya, pemprov sudah bulat menunjuk PT JGU. Apalagi, pemprov dan komisi C DPRD Jatim telah bertemu PT JGU bulan lalu. ”Waktu itu komisi C juga sudah setuju. Silakan dikerjakan. PT JGU tidak usah menunggu-nunggu lagi,” kata Chaerul.

Bagaimana dengan status lahan PIA yang sampai sekarang belum jelas? Chaerul menegaskan bahwa lahan tersebut tetap bisa digunakan untuk membangun proyek. ”Aset itu sudah jadi milik pemprov. Jadi, tidak ada alasan proyek berhenti hanya gara-gara itu,” katanya.

Ruwetnya nasib pembangunan PIA mengundang keprihatinan kalangan DPRD Jatim. ”Bagi kami, ini bisa jadi bukti awal kemampuan JGU dalam menggarap proyek ini. Sebenarnya, sudah lama kami agak sangsi dengan kemampuan mereka,” kata anggota komisi B DPRD Jatim Sjamsul Huda.

Menurutnya, tengara itu bisa dilihat dari kemajuan kinerja dari BUMD milik pemprov tersebut. ”Jika mereka memang serius, minimal saat ini rancangan pembangunan sudah diketahui,” katanya. (ris/fat)