Setelah Peresmian Proyek PIA Hari ini
SURABAYA – Peresmian Pasar Induk Agrobisnis (PIA) –sebagai kado perpisahan bagi Gubernur Jatim Imam Utomo– akan dilaksanakan hari ini. Imam yang lengser pada 26 Agustus nanti, diberi kesempatan memimpin prosesi peletakan batu pertama di lokasi proyek, kawasan Jemundo, Taman, Sidoarjo.

Persemian yang mepet dengan masa akhir jabatan Imam Utomo tersebut tak urung jadi kasak-kusuk di kalangan pemprov maupun DPRD Jatim. Apalagi, mantan Pangdam V Brawijaya itu juga meresmikan Rusunawa Siwalankerto, proyek yang juga sudah lama mangkrak, kemarin.

Beberapa anggota dewan memastikan segera memanggil pelaksana proyek tersebut, PT Jatim Graha Utama (PT JGU), setelah peletakan batu pertama itu.

Anggota dewan khawatir isu pelaksanaan proyek yang terkesan tiba-tiba itu, hanya sebatas pemberian kado perpisahan pada Imam Utomo. “Dalam pekan ini kami akan panggil mereka,” ujar anggota Komisi B DPRD Jatim Sjamsul Huda, kemarin. ”Kami juga agak kaget. Ujug-ujug proyek itu diresmikan,” lanjutnya.

Dia juga curiga proyek tersebut hanya sebagai kado gubernur. Tapi, dia tidak akan mempermasalahkan hal itu. “Saya yakin Pak Imam tidak butuh kado. Apalagi, kado proyek yang bakal mangkrak. Malah kasihan beliau,” katanya. ”Kalau ingin memberi kado, berikan proyek yang benar,” sindir politisi asal PAN itu.

Sjamsul mengakui saat ini proses pengalihan hak lahan PIA sudah tuntas. Termasuk pemprov dan DPRD Jatim telah memberikan mandat penuh pada PT JGU sebagai pelaksana proyek.

Hanya, sampai hari ini PT JGU sama sekali tidak pernah berkoordinasi dengan dewan. Padahal, sebelumnya Komisi B meminta agar BUMD milik pemprov itu mempresentasikan lebih dulu rencana yang sudah mereka susun untuk proyek PIA.

Karena itu, setelah peletakan batu pertama nanti, Komisi B meminta PT JGU segera presentasi. “Kami minta mereka menjelaskan secara detail. Kami tidak ingin kejadian seperti yang sudah-sudah kembali terulang. Kami hanya ingin proyek itu bisa berjalan,” kata pria berkacamata itu.

Kekhawatiran Sjamsul cukup beralasan. Megaproyek itu kerap mengalami batu sandungan. Mulai investor yang ngacir, belitan korupsi pengadaan, atau masalah lain.

Sebelumnya, Asisten II Setdaprov Chaerul Jaelani memastikan proyek ini bukan kado bagi gubernur. “Semua sudah dipersiapkan matang. Tinggal dilaksanakan saja,” katanya.
(Jawapos/indopos, 19 Agustus 2008)